inner melayu-ness?
My parents always complain that I am too americanized or 'tak sedar diri orang melayu' or something. I guess it looks more obvious when I choose English as my first language. I'm sorry but I even called my parents 'Mum' and 'Dad'! But their so-called proofs are when I don't listen to malay radio stations at all (hello! Era.fm???) or complain when watching Malay movies (Senario XX anybody? Don't think so) or act all allergic-ish when listening to Malay singers (Like, OMG, MAWI! Am I the only girl immune to his 'charms'?) . I don't know but our entertainment industry ain't that 'wow!' or anything. I understand the whole 'you gotta be patriotic and support them' and crap. But sometimes, you just want quality, you know. For your info, I enjoyed Sepet, Puteri Gunung Ledang the movie and the musical, Disagree, Jason Lo, Seven Collar T-shirt and all that jazz.
I just want quality!
Anyway, here are some malay proverbs that are abused for your entertainment. Some are like slapstick - actually most are but they still make me laugh out loud. Getting in touch with my inner melayu-ness! Copy-pasted from somebody's friendster testimonial.
1. Kemana tumpahnya kuah kalau tidak ke bawah
2. Tak lapuk dek hujan, tak lekang macam rambutan
3. Tiada rotan, pelempang berguna juga
4. Biar lambat asalkan tak cepat
5. Biar putih tulang, jangan kuning gigi
6. Di mana ada gula di situ adalah gula-gula
7. Kalah jadi abu, menang jadi arang, seri jadi abu baker
8. Carik-carik bulu ayam, lama-lama jadi shuttlecock
9. Secupak takkan jadi 18 cupak
10. Gajah mati meninggalkan gading, udang harimau mati meninggalkankulit, manusia mati meninggal dunia
11. Sedangkan lidah lagi tergigit, inikan pula makanan di dalam mulut
12. Harapkan pagar, pagar tidak boleh diharap
13. Alang-alang mandi biar guna sabun
14. Berapa berat mata memandang, berat lagi seguni beras
15. Cubit paha kanan, paha kiri tak rasa apa-apa pun
16. Diam-diam ubi berisi, diam-diam orang.. bisu
17. Hidup segan mati di tanam
18. Ikut hati mati, ikut rasa merasa
19. Lembu punya susu cap teko dapat nama
20. Sehari selambar benang lama-lama benang habis
21. Jika kail panjang sejengkal, beli le yang panjang sikit kalau nak ngail di laut
22. Hendak seribu daya, tak hendak tak apa
23. Membujur lalu melintang pukang
24. Hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, lebih baik hari tak hujan
25. Sebab pulut santan binasa, sebab mulut habis pulut
26. Kecil-kecil cili padi, kecil lagi biji cili
27. Kalau sudi katakan sudi, kalau tak sudi boleh blah!!
-- era kebencian. I still remember this line! haha.
2. Tak lapuk dek hujan, tak lekang macam rambutan
3. Tiada rotan, pelempang berguna juga
4. Biar lambat asalkan tak cepat
5. Biar putih tulang, jangan kuning gigi
6. Di mana ada gula di situ adalah gula-gula
7. Kalah jadi abu, menang jadi arang, seri jadi abu baker
8. Carik-carik bulu ayam, lama-lama jadi shuttlecock
9. Secupak takkan jadi 18 cupak
10. Gajah mati meninggalkan gading, udang harimau mati meninggalkankulit, manusia mati meninggal dunia
11. Sedangkan lidah lagi tergigit, inikan pula makanan di dalam mulut
12. Harapkan pagar, pagar tidak boleh diharap
13. Alang-alang mandi biar guna sabun
14. Berapa berat mata memandang, berat lagi seguni beras
15. Cubit paha kanan, paha kiri tak rasa apa-apa pun
16. Diam-diam ubi berisi, diam-diam orang.. bisu
17. Hidup segan mati di tanam
18. Ikut hati mati, ikut rasa merasa
19. Lembu punya susu cap teko dapat nama
20. Sehari selambar benang lama-lama benang habis
21. Jika kail panjang sejengkal, beli le yang panjang sikit kalau nak ngail di laut
22. Hendak seribu daya, tak hendak tak apa
23. Membujur lalu melintang pukang
24. Hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, lebih baik hari tak hujan
25. Sebab pulut santan binasa, sebab mulut habis pulut
26. Kecil-kecil cili padi, kecil lagi biji cili
27. Kalau sudi katakan sudi, kalau tak sudi boleh blah!!
-- era kebencian. I still remember this line! haha.
0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home